• Selasa, 7 Desember 2021

Sunan Kudus dan Kota Kudus Dalam Inskripsi Di Masjid Al-Aqsha Menara Kudus

- Sabtu, 25 September 2021 | 10:20 WIB
Inkripsi di Mihrab Masjid Al Aqsho Menara Kudus (Jarwoto)
Inkripsi di Mihrab Masjid Al Aqsho Menara Kudus (Jarwoto)

Kanjeng Djakfar Shodiq disebut Sunan Kudus setelah beliau tinggal menetap di Kudus. Nama Kudus sendiri diberikan oleh Sunan Kudus yang berbahasa Arab Al Quds atau Kudus yang berarti suci. Selain itu seperti yang tersurat dalam sebuah inskripsi yang terdapat di atas mihrab atau pengimaman Masjid Menara Kudus yang berbunyi:

“Bismillâhirrahmânirrahîm. Aqâma bina-al masjid al-Aqsâ wal balad al-Kuds khalifatu hâdzad dahr habru (âli) Muhammad, jasjtari (?) izzan fî jannah alkhuldi… qurban min arrahmân bibalad al-Kuds (?) ansya-a hâdzal masjid alManâr (?) almusammaa bil Aqsâ khalîfatullâhi fi l ardhi… al-‘ulyâ wal mujtahid as-sayyid al ‘ârif al-kâmil al-fâdhil al-makhshush bi-‘inâyati… al-qâdhî Ja’far asShâdiq… sanah sittin wa khomsîna wa tis’i miatin minal hidjrah an-nabiwijjah wa sallallaahu ‘alâ sayyidinâ Muhammadin wa ash-hâbihî ajma’în.”

“(Dengan Nama Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Telah mendirikan masjid al-Aqsha dan negeri Kudus ini, khalifah zaman ini ulama dari keturunan Muhammad untuk membeli kemuliaan surga yang kekal…Untuk mendekati Tuhan di negeri Kudus, membina Masjid al-Manar (?) yang dinamakan al-Aqsa khalifatullah di bumi ini….Yang agung dan mujtahid, tuan yang arif (bijaksana) kamil (sempurna) fadhil (melebihi) al-makhshush (khusus), bi-‘inayati (dengan pemeliharaan) al-qâdhi (hakim) Jakfar Shadiq…pada tahun 956 Hijrah Nabi Muhammad Saw)".

Sesuai dari isi inskripsi di atas terlihat pendirian Masjid al-Manar atau yang dinamakan al-Aqsa pada tahun 956 Hijriyah yang apabila dikonversikan ke tahun masehi menjadi 1549 Masehi, hal ini menurut bacaan M. Dzya Shahab yang dikutip Sholichin Salam dalam Atlas Wali Songo.

Menara Kudus (Jarwoto)

Sunan Kudus dalam menata kota Kudus tidak meninggalkan nilai budaya dari peninggalan leluhur sebelumnya yang mana sebelum masuknya Islam di Kudus mayoritas memeluk agama Hindu. Sunan Kudus menampilkan wajah Kudus penuh dengan nilai substansi kebudayaan lokal yang terlihat amat indah dan harmoni pada bangunan di kawasan Masjid Al-Aqsha Menara Kudus yang menunjukkan bahwa Islam yang selaras adalah Islam dalam bentuk budaya.

Menara Kudus menjadi monumen bersejarah yamg berdiri pada tahun 1609 tahun Jawa atau bertepatan dengan tahun Masehi 1685, tahun ini diambil dari sengkalan yang terdapat pada salah satu tiang atapnya yang berbunyi “Gapura rusak awahing jagad”. Menara Kudus memiliki bentuk mirip gaya bangunan candi Jago ataupun candi Singosari di Malang Jawa Timur, terbuat dari batu bata merah yang menjulang tinggi mepunyai atap dari kayu.

Sumber Buku dan Jurnal:

Sunyoto, A. (2016). Atlas wali songo (Cetakan I). Tangerang Selatan: Pustaka IIMan dan LESBUMI PBNU.

Halaman:

Editor: Jarwoto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X