• Selasa, 28 Juni 2022

Janji Manusia Kepada Allah SWT Sebelum Lahir ke Dunia

Jarwoto
- Sabtu, 5 Februari 2022 | 07:33 WIB
Ilustrasi bayi perempuan. (Dok Net/Istimewa)
Ilustrasi bayi perempuan. (Dok Net/Istimewa)

Kita semua sebelum terlahir ke dunia sudah terikat perjanjian dengan Allah SWT? Dan tidak ada satu rasul pun kecuali mengingatkan janji itu, sebagaimana dibenarkan dalam Al-Quran, Dan mengapa kamu tidak beriman kepada Allah padahal Rasul menyerumu supaya kamu beriman kepada Tuhanmu. Dan sesungguhnya Dia (Allah) telah mengambil perjanjianmu, jika kamu adalah orang yang beriman, (QS. Al Hadid [57]:8).

Kapan perjanjian itu dilakukan? Setelah kakek moyang manusia Nabi Adam ‘alaihissalam diciptakan. Demikian yang tersurat dalam hadis riwayat Abu Hurairah.

لَمَّا خَلَقَ اللَّهُ آدَمَ مَسَحَ ظَهْرَهُ، فَسَقَطَ مِنْ ظَهْرِهِ كُلُّ نَسَمَةٍ هُوَ خَالِقُهَا مِنْ ذُرِّيَّتِهِ إِلَى يَوْمِ القِيَامَةِ، وَجَعَلَ بَيْنَ عَيْنَيْ كُلِّ إِنْسَانٍ مِنْهُمْ وَبِيصًا مِنْ نُورٍ، ثُمَّ عَرَضَهُمْ عَلَى آدَمَ فَقَالَ: أَيْ رَبِّ، مَنْ هَؤُلَاءِ؟ قَالَ: هَؤُلَاءِ ذُرِّيَّتُكَ

Sewaktu menciptakan Nabi Adam, Allah mengusap punggungnya. Maka berjatuhanlah dari punggungnya setiap jiwa keturunan yang akan diciptakan Allah dari Adam hingga hari Kiamat. Kemudian, di antara kedua mata setiap manusia dari keturunannya Allah menjadikan cahaya yang bersinar. Selanjutnya, mereka disodorkan kepadanya. Adam pun bertanya, “Wahai Tuhan, siapakah mereka?” Allah menjawab, “Mereka adalah keturunanmu,” (HR. Al-Tirmidzi).

Pada saat seluruh calon keturunan Adam ‘alaihissalam dikeluarkan dari punggungnya Allah mengambil janji dan sumpah setia mereka:

وَإِذْ أَخَذَ رَبُّكَ مِنْ بَنِي آدَمَ مِنْ ظُهُورِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَأَشْهَدَهُمْ عَلَى أَنْفُسِهِمْ

Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka, (QS. Al-A‘raf [7]: 172).

Sehingga tidak akan berdiri Kiamat sebelum semua keturunan yang telah diambil sumpah, kesaksian, dan janjinya itu terlahir ke dunia. (Lihat: Abu Muhammad Sahl, Tafsir al-Tasturi, [Beirut: Darul Kutub al-‘Ilmiyyah] 1423, jilid 13, 222).

Lantas apa isi perjanjiannya? Dan apa tujuannya? Lanjutan ayat tersebut mengatakan:

Halaman:

Editor: Jarwoto

Sumber: NU Online

Tags

Terkini

Peristiwa Penting Pada Bulan Dzulqa'dah

Jumat, 10 Juni 2022 | 22:28 WIB

KH Zakky Mubarak : Puasa dan Pembentukan Mental

Sabtu, 30 April 2022 | 05:00 WIB

Kesabaran di Bulan Ramadhan

Rabu, 27 April 2022 | 08:18 WIB

Hikmah Anjuran Makan Sahur

Senin, 18 April 2022 | 20:09 WIB

Rasulullah SAW: Tiga Kesabaran dalam Ramadhan

Jumat, 15 April 2022 | 15:00 WIB

Sayyid Abdullah Al-Haddad : 6 Adab Berpuasa

Jumat, 15 April 2022 | 11:12 WIB

KH Zakky Mubarak : Puasa Tumbuhkan Kejujuran

Kamis, 14 April 2022 | 12:00 WIB

Bulan Sya'ban dan Keutamannya

Jumat, 11 Maret 2022 | 09:48 WIB

Garansi Rasulullah SAW atas Sedekah di Bulan Rajab

Jumat, 11 Februari 2022 | 12:00 WIB

Janji Manusia Kepada Allah SWT Sebelum Lahir ke Dunia

Sabtu, 5 Februari 2022 | 07:33 WIB

Terpopuler

X