Politik

Tak Ingin Menelan Pil Pahit Masa Lalu, Warga NU Diminta Jangan Salah Pilih Pemimpin

Yogyakarta – Pembina dan Pengasuh Pondok Pesantren Sunan Pandanaran Yogyakarta KH. Mu’tashim Billah memandang bahwa Pilpres kali ini bukan hanya persoalan figur Capres Jokowi dan Prabowo, bukan Kyai Ma’ruf dan Sandi, melainkan antara “Islam Nusantara” dan kekuatan “anti Islam Nusantara”.

“Karena bisa di prediksi bahwa Pilpres 2019 adalah pertaruhan sekaligus pertarungan hidup-mati bagi NU,” tegas Kyai Mu’tashim, saat pengajian di Pondok Pesantren Sunan Pandanaran Yogyakarta, Jum’at (22/2/2019).

“Yuk saat nya kita gelorakan semangat jihad dalam membela tegaknya NKRI dan kejayaan Ibu pertiwi,” kata dia lagi.

Dikatakan dia, sudah pernah di rasakan sendiri bahwa betapa beratnya memikul NU era tahun 70-80 an ketika pemerintah Soeharto “meminggirkan NU”. Bisa jadi keadaan yang sama akan dialami NU kalau Pilpres 2019 warga NU salah memilih pemimpin. Kendati demikian, dirinya mengaku masih optimis memiliki harapan besar sekaligus memohon kepada para Habib, Ulama, Kyai, Bu Nyai, Gus, Ustadz- dzah yang merasa keluarga besar NU bisa belajar dari pil pahit masa lalu.

“Ayo mari kita belajar dari pil pahit masa lalu,” ucap Kyai Mu’tashim.

Dia mengaku menjadi tanggung jawab berat kepada anak cucu, terutama pada guru-guru. Janganlah karena kepentingan individu menjadikan lupa tanggung jawab jamiyah. Katanya, NU adalah “Safinah” warisan Salafuna As Sholih jika konsisten menjaganya.

“Yakin lah bahwa Khadrotus Syekh Mbah Hasyim Asy’ari berjanji menganggap kita sebagai santrinya,” tambah dia lagi.

Dia kembali menyatakan bahwa pihaknya siap mengawal dan mengamankan berjalannya Pileg dan Pilpres 2019 agar berjalan dengan aman dan lancar.

Selain itu, dalam pelaksanaan Pilpres 2019 kali ini para tokoh Ulama di wilayah Yogyakarta khususnya di Pondok Pesantren Sunan Pandanaran telah sepakat untuk menjaga NKRI dari adanya gangguan faham yang anti Pemerintah.

“Sudah jelas bahwa wilayah Jogja terkenal dengan Ahli Sunnah Waljamah dimana seperti yang diajarkan Nabi Muhammad SAW dan ajaran itu telah dibawa oleh Para Wali Songo dan Ulama terkenal seperti pendiri NU yaitu Mbah Hasyim Asyari,” tandasnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top